Home / Teknologi

Selasa, 20 April 2021 - 23:27 WIB

Tentang Teknologi Pangan Dan Manfaatnya

Tentang Teknologi Pangan Dan Manfaatnya : Apa sih yang terlintas di pikiran teman-teman ketika mendengar tentang jurusan Teknologi Pangan? Jurusan yang sarat kimia dan biologi? Atau anggapan bahwa disini teman-teman akan berkreasi untuk membuat berbagai makanan?

Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (TPHP) merupakan disiplin ilmu sains terapan yang mengombinasikan dasar ilmu biokimia, teknik, mikrobiologi, gizi, dan sensoris pada makanan. Ilmu-ilmu ini akan diterapkan dalam skala besar seperti industri dan pemerintahan, baik untuk produksi, pengawetan, maupun penyimpanan makanan.

Di Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, kita belajar bagaimana menangani bahan makanan, proses pengolahannya, hingga menjadi suatu produk yang aman, bergizi, serta dapat diterima oleh konsumen. Sebagai contoh, kita dapat mengetahui bagaimana cara mengolah susu segar yang baru diperah dari sapi hingga menjadi susu kotak UHT yang dapat kita peroleh di supermarket.

Di TPHP, teman-teman nggak sebatas diajarkan aspek sains dari pangan saja lho, tetapi juga ilmu ekonomi, sosial, dan kewirausahaan.

Pengertian Tentang Teknologi Pangan Dan Manfaatnya

Teknologi pangan yaitu salah satu disiplin ilmu yang menerapkan suatu ilmu pengetahuan tentang bahan pangan terkhusus pasca panen atau sesudah panen dengan memakai teknologi yang tepat guna memperoleh manfaat semaksimal mungkin dan juga mempunyai manfaat meningkatkan nilai tambah dari bahan pangan tersebut.

Dalam teknologi pangan akan dipelajari sifat fisik, mikrobiologis, serta kimia dari suatu bahan pangan dan juga proses yang mengolah terhadap bahan pangan tersebut. Spesialisasinya cukup beragam, di antaranya yaitu pemrosesan, pengemasan, pengawetan, penyimpanan, dan sebagainya.

Sejarah teknologi pangan diawali saat Nicolas Appert melakukan proses pengalengan suatu bahan pangan. Proses ini masih terus berlangsung sampai sekarang. Namun saat itu, Nicolas Appert mengaplikasikannya bukan berdasarkan ilmu pengetahuan yang terkait pangan.

Aplikasi teknologi pangan yang dengan didasari oleh ilmu pengetahuan diawali oleh Louis Pasteur saat mencoba untuk mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh mikroba di dalam fasilitas fermentasi anggur sesudah malaksanakan penelitian terhadap anggur yang telah terinfeksi.

Pasteur juga menemukan suatu proses yang dinamakan pasteurisasi, yakni proses pemanasan susu ataupun produk susu yang bertujuan membunuh mikroba yang terdapat di dalamnya dengan memininalisir perubahan sifat dari susu.

Baca Juga   4 Masalah Umum PS5 dan Solusinya

Di Indonesia sejarah Teknologi pangan berkaitan dengan beberapa aspek, yaitu aspek program pendidikan, sejarah perkembangan institusi, IPTEK, SDM, prasarana, fasilitas, lapangan kerja, industri, perdagangan produk pangan, dinamika masyarakat dan juga trend konsumsi pangan.

Manfaat teknologi pangan

Dengan Adanya teknologi pangan maka sangat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan. Alam dan bumi menghasilkan bahan pangan secara berkala, sedangkan kebutuhan manusia terhadap pangan adalah rutin. Tidak mungkin menunda suatu kebutuhan jasmani sampai masa panen tiba. Oleh sebab itu, maka terciptalah teknologi pengawetan sehingga makanan bisa disimpan salam jangka waktu yang cukup lama.

Teknik pengawetan bermanfaat untuk mendistribusikan suatu bahan pangan secara merata ke penjuru dunia. Dahulu, orang di Eropa tidak dapat menikmati makanan Asia. Namun dengan teknologi pangan maka sekarang setiap bangsa bisa menikmati makanan khas dari bangsa lainnya.

Seringkali banyak orang-orang di Indonesia yang menanyakan apa yang dipelajari dalam jurusan teknologi pangan, mengingat jurusan ini baru nge-booming di atas tahun 2010. TEKNOLOGI PANGAN itu tidak penah terlepas dari adanya PROSES. Proses ini tentu dimulai dari bagaimana bahan pangan (bahan mentah) diproduksi hingga menjadi makanan yang layak dimakan (from Farm to Table).

SORTASI

Hal pertama yang wajib dilakukan untuk menghasilkan makanan yang baik adalah pemilihan bahan pangan yang akan diolah. Kualitas suatu produk yang dihasilkan akan semakin baik apabila bahan mentah yang dipilih juga dalam kondisi yang baik, utuh, dan terjamin. Sebagai contoh, pemilahan biji kopi dilakukan berdasarkan perbedaan warna atau dengan proses perendaman. Pemilahan biji kopi berdasarkan warna dapat menggunakan mesin yang dilengkapi alat sensor warna; sedangkan pada proses perendaman, biji kopi yang mengapung dipisahkan dengan biji kopi yang tenggelam. Contoh yang lain ialah pemilahan buah nanas berdasarkan ukuran untuk memasuki proses pengalengan.

PEMOTONGAN

Pemotongan makanan sering kali membutuhkan ukuran yang presisi, sehingga teknologi mesin pemotong makanan memudahkan untuk membagi dan memotong makanan dengan tepat sesuai ukuran yang diinginkan. Contoh: Pemotongan roti menggunakan teknologi di pabrik roti.

Baca Juga   Cara Mengatasi Pembaruan Windows 10 yang Gagal - Nomor Saluran Bantuan Microsoft + 1-877-353-1149

PENCUCIAN

Setiap kali kita akan membuat makanan olahan, bahan mentah tentu harus melalui proses pencucian atau sterilisasi. Bila bahan mentah tersebut tidak mengalami pencucian, maka akan sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Misalnya makanan yang penuh debu atau pestisida dapat membuat seseorang yang memakannya menjadi keracunan yang ditandai dengan mengalami diare. Pencucian bertujuan untuk memisahkan zat pengotor dengan zat yang murni. Saat ini pula sudah dikenal metode MPN (Most Probable Number) yang dapat mengecek jumlah mikroba dalam pangan, sehingga tingkat higienitas pada pangan dapat diukur.

PENGERINGAN

Pengeringan bertujuan untuk menghilangkan kadar air dalam suatu bahan pangan agar bahan pangan tersebut tidak mudah rusak atau awet. Contoh dari pengeringan yaitu kerupuk yang dijemur di bawah sinar matahari akan lebih gurih. Contoh lain yaitu singkong yang sudah ditumbuk, jika dikeringkan dapat menjadi tepung tapioka.

PEMANASAN

Semua produk pangan olahan tentu dibuat menggunakan proses pemanasan. Misalnya pada pembuatan nasi goreng. Nasi goreng sering kali ditambahkan kecap untuk menambah rasa. Dalam proses pemanasan/ penggorengan tersebut, gula dalam kecap pada nasi goreng mengalami karamelisasi yang membuat aroma nasi goreng tersebut lebih harum.

PENDINGINAN

Sudah dari sejak zaman nenek moyang, proses pendinginan ini diketahui berguna untuk mengawetkan daging, sayur, dan buah. Beberapa produk pangan olahan dan awetan juga membutuhkan proses ini. Contohnya, soft ice cream yang nge-trend di era tahun 2010-an. Es krim yang teksturnya sangat lembut ini membutuhkan teknologi yang dapat melakukan proses pembekuan dengan sangat cepat untuk mencegah adanya kristalisasi. Begitu pula dengan makanan yang disajikan di pesawat, pendinginan makanan dilakukan dengan kecepatan tinggi. If you have any interest in airline meals, please watch this video below by Garuda Indonesia!

PENGEMASAN

Pengemasan dibuat berbeda-beda sesuai jenis makanan demi mencegah kerusakan pangan. Bila produk merupakan olahan daging seperti sosis dan bakso, keseluruhan kemasan harus rapat tanpa udara dengan cara divacuum (kadar O2 dikurangi) guna mencegah kerusakan, begitu pula dengan berbagai bungkusan makanan ringan yang dibuat kembung agar produk tidak hancur.

Share :

Baca Juga

IC Nandflash

Teknologi

Ciri-ciri iPhone Kamu Bermasalah pada IC Nandflash
Teknologi

Teknologi

Dampak Perkembangan Teknologi yang Dapat Dirasakan
Bangkit dari pandemi lewat teknologi

Teknologi

Bangkit dari pandemi lewat teknologi
Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi

Teknologi Ramah Lingkungan
internet provider

Teknologi

3 Tips Pilih Wi-Fi untuk Keluarga Demi Ciptakan Suasana yang Nyaman
Perkembangan E-Sport

Teknologi

Bagaimana perkembangan eSport di Indonesia?
4 Masalah Umum PS5 dan Solusinya

Teknologi

4 Masalah Umum PS5 dan Solusinya
Bypass iphone

Teknologi

5 Cara Terbaik untuk Bypass iPhone iPad