Nusantara Infrastructure gagal mengerek laba bersih.

rangkuman.my.id

Kinerja PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) pada sembilan bulan pertama 2021 kurang memuaskan. Walau berhasil mencetak kenaikan pendapatan, Nusantara Infrastructure gagal mengerek laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, Nusantara Infrastructure mencetak pendapatan dan penjualan operasional sebesar Rp 466 miliar hingga kuartal III-2021. Jumlah ini naik 25% dibandingkan dengan pendapatan di periode yang sama di tahun 2020 sebesar Rp 373 miliar.

META mencatat, kontribusi terbesar dari pendapatan dan penjualan tersebut berasal dari sektor jalan tol yang capai Rp 301,42 miliar atau setara dengan 64,66% dari total pendapatan dan penjualan usaha perusahaan.

Sementara, sektor energi terbarukan memberikan kontribusi sebesar Rp 114,93 miliar atau setara dengan 24,66%. Disusul, pendapatan dari sektor pengelolaan air bersih Rp 49,79 miliar atau sekitar 10,68% terhadap total pendapatan.

Namun, kenaikan pendapatan dan penjualan ini tak membuat laba bersih Nusantara Infrastructure ikut terkerek. Buktinya, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 77,7% menjadi Rp 12,55 miliar.

Mengingat, laba bersih Nusantara Infrastructure di sembilan bulan pertama tahun 2020 masih sebesar Rp 56,28 miliar.

Penurunan laba bersih itu disebabkan oleh meningkatnya beban keuangan yang berasal dari beban bunga pinjaman untuk proyek Pettarani yang baru tahun ini dibebankan ke dalam operasional Nusantara Infrastructure.

Infrastruktur

Teknologi Berdayakan Perusahaan Rekayasa Untuk Meningkatkan Infrastruktur Nasional

Manusia adalah makhluk kebiasaan, dan kebanyakan enggan untuk keluar dari zona nyaman mereka. Kebenaran abadi ini terlihat jelas di banyak bidang, tetapi dalam teknologi, dampaknya tampak hebat dan menantang, dengan potensi membawa bencana nasional. Penulis Amerika dan Profesor Biokimia, Isaac Asimov, berbicara di Newark College of Engineering di New Jersey, pernah berkata, “Saya menemukan, dengan […]