Home / Teknologi

Sabtu, 8 Mei 2021 - 00:33 WIB

Bagaimana perkembangan eSport di Indonesia?

Bagaimana perkembangan eSport di Indonesia? : Tidak dapat dipungkiri bahwa game pada saat ini banyak diminati oleh khalayak. Game tidak hanya diminati oleh anak-anak saja, melainkan dari remaja hingga dewasa. Game pada awalnya hanya dijadikan sebagai hobi dan sarana penghibur diri. Hingga pada saat ini menjadi sebuah bidang Pekerjaan atau Profesi (eSport).

Perkembangan esports di Indonesia cukup baik dan sedang berkembang pesat hingga saat ini. Hal ini tidak terlepas dari kontribusi kalangan muda yang bertalenta, kreatif dan inovatif di industri esports. Bakat tersebut tersalurkan melalui berbagai jenis jalan karir, seperti game developer, game publisher, tim profesional, dan masih banyak jenis profesi lainnya.

E-Sport merupakan cabang olahraga elektronik yang didukung oleh IeSPA (Indonesia eSport Association). Struktur dan tingkatan pertandingannya hampir sama seperti pada cabang olahraga biasanya, yang menjadi pembeda adalah para atlet eSport tidak bertanding secara fisik melainkan adu Strategi dan dipertandingkan secara online melalui computer. Sehingga masing-masing tim dapat bertanding tanpa perlu bertatap muka

Dengan resminya IeSPA di mata pemerintah membuat para gamers kompetisi menjadi lebih yakin hobi (atau bahkan profesi untuk beberapa orang) mereka ini mendapat dukungan lebih dari pemerintah. Genre permainan yang paling umum dengan Esport ini adalah real-time strategy (RTS), fighting, first person shooting (FPS), massively multiplayer Online (MMOG), dan racing.

Pertama kali budaya eSport berkembang adalah kompetisi game. Alhasil, kompetisi game pun berkembang menjadi kompetisi-kompetisi online, beserta dengan organisasi yang punya visi untuk menjadikan kompetisi game menjadi sebuah industri eSport.

Industri video games tidak bisa dilepaskan dengan dunia esports. Semakin maju dan berkembangnya dunia video games maka ekosistem esports juga akan turut maju dan berkembang. Oleh karena itu kini banyak developer video games di seluruh dunia tidak hanya membuat game biasa saja. Mereka juga berusaha membidik gamenya agar masuk kedunia esports.

Kata esports mungkin masil hal yang asing di telinga sebagian orang. Namun juga hal yang familiar bagi beberapa orang, penggemar video game khususnya. Seperti survei yang saya lakukan beberapa waktu lalu, saya bertanya kepada beberapa teman yang sering menjuluki dirinya sebagai gamer.

Mereka benar dalam mendefinisikan kata esports yang sama bentuknya dengan kata email. Dengan tegas mereka menjawab bahwa esports adalah olahraga yang dilakukan melalui media elektronik seperti komputer, konsol, handphone, dan sebagainya.

Namun, ketika saya bertanya apakah permainan Mobile Legends yang mereka mainkan sehari-harinya adalah bagian dari esports? Jawaban mereka, tidak. Alih-alih beradu argumen, mereka malah berinterpretasi bahwa contoh esports ini adalah senam yang dituntun oleh seorang atlet senam melalui televisi.

Baca Juga   Tentang Teknologi Pangan Dan Manfaatnya

Faktanya, di kampus saya, beberapa mahasiswa yang mengklaim dirinya sebagai gamer, ternyata tak paham dengan pengertian esports. Lantas, apakah sebenarnya esports itu?
Esports adalah permainan video game yang bersifat kompetitif

Esports yang kini menjadi fenomena global, ternyata bermula dari sebuah kompetisi yang diadakan oleh suatu komunitas, dan hanya berhadiah majalah! Sama halnya dengan emailyang merupakan kependekan dari electronic mail, esports sendiri adalah kependekan dari electronic sports, yaitu olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh profesional. Sama sekali tidak seperti apa yang mereka pikirkan.

Beberapa waktu lalu, esports sama sekali tidak dikenal. Akan tetapi, sekarang ini fenomena esports terus berkembang dan mulai memancing perhatian dari berbagai kalangan, mulai dari gamers, media, hingga perusahaan-perusahaan besar yang sama sekali tidak bergerak di bidang esports.

Istilah esports digambarkan untuk menggambarkan permainan video game yang bersifat kompetitif. Meskipun permainan video game ini bersifat kompetitif pada dasarnya, esportsadalah tingkatan yang lebih tinggi jika Anda menyukai kompetisi yang berskala besar.

Sekilas sejarah esports

Sedikit kilas balik perkembangan esports sampai sejauh ini. Tepatnya pada tahun 1972, pada masa yang mungkin ketika itu komputer masih jarang ditemui, tak ada jaringan internet dan belum banyak judul video game, sebuah kompetisi game diadakan di Universitas Stanford.

Para murid diundang ke dalam sebuah kompetisi yang diberi nama sebagai Intergalactic Spacewar Olympic, sebuah kompetisi untuk game yang berjudul Spacewar dan hanya berhadiah satu tahun langganan majalah Rolling Stone yang tengah hits pada zamannya

Setelahnya, satu per satu kompetisi game yang sejenis pun bermunculan. Sekitar tahun 1980-an, Atari menggelar kompetisi Space Invader dengan sekitar 10.000 peserta, terbesar pada masanya. Bahkan ketika itu, kompetisi game ini terbilang menjadi fenomenal dan diangkat oleh majalah ternama Amerika Serikat, Life and Time.

Singkat cerita, di era 90-an, saat teknologi internet mulai merebak di Amerika Serikat, kompetisi game ini pun ikut berkembang. Perkembangannya menjadi kompetisi online game. beserta dengan munculnya organisasi yang mempunyai visi untuk menjadikan kompetisi game ini menjadi sebuah industri baru, yaitu industri esports. Ketika itu, gameyang dipertandingkan mulai beragam, seperti game Quake, Counter Strike, dan Warcraft.

Memasuki tahun 2000-an, perkembangan esports menjadi semakin pesat. Korea Selatan menjadi salah satu negara yang terbilang sangat menerima budaya ini. Para pemainnya disanjung dan dipuja-puja layaknya sosok artis ibu kota sekelas EXO, Big Bang, BTS dan jajarannya. Sampai akhirnya esports menjadi berkembang seperti saat ini di masyarakat.

Kompetisi Dota 2, The International, menawarkan hadiah yang bukan hanya sekelas majalah Rolling Stone, tetapi hadiah yang mampu membeli rumah pribadi dengan pavilun beralaskan marmer dan kolam berenang selebar 2 meter di sisi belakang, bagi para pemainnya. Berjuta-juta dolar Amerika menjadi hadiah yang sangat diincar pagi para petarungnya.

Baca Juga   Dampak Perkembangan Teknologi yang Dapat Dirasakan

Kompetisi League of Legends yang dikelola dengan amat profesional terlihat seperti olahraga betulan, sampai akhirnya berbagai judul game tak mau kalah ingin turut terjun menjadi bagian dari budaya esports.
Apakah esports adalah olahraga?

Adakah spesifikasi khusus atau syarat khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi bagian dari petarung di ranah esports? Sama halnya dengan olahraga mental dan pikiran lainnya, seperti catur dan contact bridge (bridge) yang sudah termasuk dalam kategori olahraga dan diperlombakan pada olimpiade, video game pun memiliki sifat yang sama yakni bersifat kompetitif dan membutuhkan teknik dan strategi tertentu, menuntut para petarungnya untuk memiliki kemampuan dan kemahiran dalam memainkannya hingga memenangkan pertandingan.

Untuk bisa menjadi lebih lihai dalam bermain game dalam industri ini, seorang pemain harus sering melakukan latihan dan meningkatkan kemampuannya. Ini berlaku untuk semua pemain di semua level, mulai dari pemain biasa yang cuma ingin bermain lebih baik, pemain yang ingin memanjat leaderboard, hingga mereka yang bermain secara profesional dan ingin memenangkan turnamen

Namun latihan dalam video game bukan berarti sekedar bermain sebanyak, sesering, dan selama mungkin sampai melupakan tugas kuliah ataupun anak istri dan stafnya. Hanya sekedar menambah jam latihan tidak akan memberikanmu apa-apa kalau kamu tidak punya struktur dan basis latihan yang jelas. Sebaliknya, kamu malah hanya akan membuang waktu dan tidak berkembang sama sekali.

Hal-hal yang bisa kamu lakukan yang pertama adalah, pastikan kamu memahami gameyang kamu mainkan. Sebelum kamu mulai memikirkan apa yang ingin kamu latih dan kembangkan, pastikan kamu mengerti apa yang kamu mainkan. Kamu juga harus paham betul bagaimana cara kerja game tersebut.

Selanjutnya, mulailah dengan menentukan target latihanmu dengan jelas dan realistis, lalu cari cara latihan yang tepat. Jangan lupa untuk selalu mengevaluasi kembali hasil latihan atau permainanmu karena hal ini penting untuk meningkatkan kemampuanmu. Dengan menilai kemampuanmu sendiri, kamu akan tahu apa saja kekurangan dan hal yang perlu kamu tingkatkan dalam permainanmu.

Simpulan

Dі zaman уаng mаju іnі gаmе tidak bіѕа bіlаng untuk orang yang bеrmаlеѕ mаlеѕаn kаrеnа dі zаmаn ini gаmе bіѕа di jаdіkаn аjаng untuk mеndарtkаn uang dаn dі jаdіkаn рrоfеѕі untuk ѕеbаgіаn оrаng. Intіnуа gіmаnа оrаng tersebut mеmаnfааtkаnnуа.
Sеkіаn Artikel dаrі ѕауа ѕеmоgа bеrmаnfааt, dan ѕаmраі kеtеmu dі аrtіkеl ѕеlаnjutnуа!!!

Share :

Baca Juga

4 Masalah Umum PS5 dan Solusinya

Teknologi

4 Masalah Umum PS5 dan Solusinya
teknologi pangan

Teknologi

Tentang Teknologi Pangan Dan Manfaatnya
IC Nandflash

Teknologi

Ciri-ciri iPhone Kamu Bermasalah pada IC Nandflash
Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi

Teknologi Ramah Lingkungan
Macam Macam Alat Komunikasi Tradisional dan Modern

Teknologi

8 Peralatan Teknologi Komunikasi Yang Masih Eksis Sampai Sekarang
Pembaruan Windows 10 yang Gagal

Teknologi

Cara Mengatasi Pembaruan Windows 10 yang Gagal – Nomor Saluran Bantuan Microsoft + 1-877-353-1149
Perkembangan IPTEK di Indonesia

Teknologi

Perkembangan IPTEK di Indonesia
Bangkit dari pandemi lewat teknologi

Teknologi

Bangkit dari pandemi lewat teknologi